Yahoo! adalah nama yang paling dikenang pada era awal, yaitu saat internet mulai punya banyak penggemar. Platform-platform Yahoo!, mesin pencari, email dan belakangan muncul platform chatting, merupakan produk-produk penting yang wajib digunakan saat berinternet dan Yahoo! menjadi sumber inspirasi bagi calon startup yang akan menggantikan kejayaannya. Saat itu rasanya tidak mungkin ada ‘the next Yahoo!’, Yahoo! tidak akan tertandingi, apalagi hilang dari jagad internet.

Rupanya perusahaan se-raksasa Yahoo! pun tidak luput dari jebakan sukses (success trap) sehingga mereka telah kehilangan gaya humble khas startup. Suatu hari, dua orang underdog, Larry Page dan Sergey Brin, (calon pendiri Google) mendatangi sang raksasa untuk menawarkan bantuan, karena menurut mereka mesin pencari Yahoo! memiliki kekurangan. Dua underdog itu menawarkan memasukkan algoritma page rank pada mesin pencari Yahoo!, sayangnya Yahoo! tidak tertarik dengan ide tersebut.

Di lain waktu, seorang underdog lain datang, Paul Graham menawarkan ide ‘Revenue Loop’ kepada Yahoo!, sebuah algoritma untuk membaca perilaku pengguna agar iklan dapat muncul sesuai target pasar, tapi lagi-lagi Yahoo! tidak tertarik, padahal nantinya Google akan membuat algoritma seperti itu dan menjadi semakin besar karena itu.

Yahoo! memang kehilangan roh startup pendirinya, Jerry Yang and David Filo. Kehadiran orang-orang baru malah membuat Yahoo! mengalami krisis identitas, miskin inovasi dan berkali-kali salah mengambil keputusan.

Yahoo! lahir dan besar sebagai perusahaan startup teknologi, tetapi malah mendeklarasikan diri dan benar-benar menjadi perusahaan media. Kultur kaya inovasi teknologi ala hacker pun berubah menjadi kultur kaya informasi ala pelaku media. DNA perusahaan mendadak berubah, karena media bekerja dengan pakem yang ketat dan memiliki gaya birokrasi alur hierarki top-down.

Sayangnya inovasi tidak lahir dari tempat tempat yang membatasi ide liar, apalagi jika tugas bawahan hanya melakukan eksekusi, sementara ide inovasi harus lahir dari para pengambil keputusan yang mungkin tidak terlalu paham teknologi.

Akhirnya kirisis identitas pada Yahoo! membuat Google siap menjadi sang kanibal yang siap memangsa Yahoo!. Munculnya produk-produk Google membuat Yahoo! terlihat usang. Saat Google telah memiliki algoritma canggih untuk memilah pencarian, Yahoo! malah menyesaki mesin pencarinya dengan artikel-artikel berita.

Karena banyak uang tapi miskin inovasi, Yahoo! memutuskan untuk membeli sejumlah inovasi, yaitu dengan mengakuisisi Flickr, Delicious, Geocities, Hotjob, Tumblr, dan 114 startup lainnya.

Yahoo! sempat ingin membeli Google dengan senilai 1 miliar USD pada tahun 2002, tetapi saat itu giliran Google yang menolak Yahoo!. Begitu pula Facebook, mereka juga menolak Yahoo! yang ingin membelinya.

Setelah mengeluarkan banyak uang untuk membeli inovasi, Yahoo! malah semakin tenggelam. Karena setelah dipegang Yahoo!, sejumlah produk startup yang tadinya bersinar malah jadi redup dan disapu bersih startup-startup baru lainnya. Rupanya Yahoo! hanya bisa membeli perusahaan atau produk, tetapi tidak mampu membawa pulang kesuksesan sejumlah startup yang diakuisisinya.

Tetapi bagaimanapun juga, terima kasih Yahoo! atas kenang-kenangan indahnya, telah membuat internet jadi menarik.

 

Trendingbisnis.com - Media Bisnis Online