Bisnis Online - E Commerce

Bab 2. Pilih Ikut atau Tumbang?

1. Disruption Dan Shifting  

Disruption

Arti disruption secara bahasa adalah gangguan. Dalam dunia bisnis, disruption adalah gangguan dari pemain baru dengan model bisnis baru yang merobohkan pemain utama dengan tatanan bisnis lama.

Istilah ini awalnya dikenalkan oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower pada artikel ‘Disruptive Technologies, Catching the Wave’ di jurnal Harvard Business Review (1995), mereka juga mengenalkannya melalui buku berjudul ‘The Innovator's Dilemma’, yang membahas tentang ‘The Disruptive Innovation Model‘.

Perubahan memang sesuatu yang tidak bisa dihindari, tapi perubahan kali ini bersifat disruptif, menimbulkan chaos di dunia bisnis, pelakunya adalah orang-orang yang tidak diperhitungkan atau para underdog dan korbannya adalah mereka yang seharusnya tidak mungkin dikalahkan, para incumbent pemimpin pasar!

Para underdog itu kebanyakan orang-orang yang masih berusia muda, tidak punya penghasilan besar dan mentah pengalaman. Mereka hidup sehari-hari ditengah pasar sehingga mampu mendengar dan mengamati kebutuhan pasar dengan jelas, sesuatu yang telah lama dilupakan incumbent.

Saat menemukan kebutuhan pasar yang tidak dipenuhi incumbent, para underdog berusaha mewujudkannya, tetapi seperti biasanya, para underdog selalu terbentur masalah klasik, tidak punya uang untuk mendanai mimpi besar mereka.

Setelah berjuang dalam keterbatasan, akhirnya mereka berhasil melahirkan ‘inovasi versi 1.0’. Tetapi setelah itu rupanya mereka harus kembali banjir keringat untuk mengenalkan produk mereka ke pasar dan ini merupakan fase paling sulit dan paling menentukan.

Singkat cerita, tiba-tiba keajaiban terjadi, inovasi mereka diserbu pasar! Masa depan cerah siap menanti.

Perusahaan mereka pun mulai tumbuh dengan cepat, para investor yang dulu terkantuk-kantuk, atau asik melihat ponsel, atau malah mengajari cara bisnis saat disajikan powerpoint proposal bisnis para underdog yang dianggap tidak penting, kini terbelalak saat disajikan presentasi excel angka-angka yang nyata. Pinangan dari para investor mulai berdatangan untuk menyuntikkan sederet digit angka-angka pada perusahaan underdog yang telah lama jadi jomblo,

Setelah berjodoh dengan investor, maka perusahaan underdog itu mampu membuat ‘inovasi versi 2.0’  yang sempurna dan memiliki persenjataan marketing yang kuat, mereka kini sudah siap menjadi lawan yang akan berhadapan dengan para incumbent, yaitu para raksasa bisnis.

Inovasi para underdog itu bukan inovasi biasa, dengan inovasi tersebut mereka berhasil membuat pasar melakukan shifting ke dunia online,  sebuah medan perang yang sangat asing buat para incumbent, para raksasa bisnis pun kehilangan pasar, satu-persatu dari mereka tumbang, atau masih hidup tapi sekarat menunggu waktu.

Akhirnya perusahaan underdog itu berhasil menjadi raksasa bisnis baru, kini mereka harus mempertahankan posisi sebagai market leader dengan terus melahirkan inovasi-inovasi baru dan melebarkan bisnis dengan cara menjangkau wilayah yang lebih luas, yaitu menjadi perusahaan berskala internasional.

Untuk mencapai mimpi yang jauh lebih besar itu mereka terus menjalin kerjasama dengan para investor, tak lama kemudian mereka menyandang gelar unicorn. Dunia bisnis mengenal para underdog dengan sebutan yang lebih keren, startup!

 

Shifting

Apa itu shifting? Dan apa pula bedanya dengan Disruption? Singkatnya disruption dan shifting saling berhubungan. Penjelasan sederhananya, disruption adalah inovasi yang meruntuhkan bisnis incumbent tadi, sedangkan shifting merupakan pergeseran pola konsumsi pasar akibat adanya disruption tersebut, contohnya  :

  • Inovasi Gojek dan Grab merupakan disruption bagi para pebisnis tranportasi umum. Akibatnya penumpang shifting, dari menghampiri kendaraan umum menjadi memesan kendaraan umum, dari sistem perhitungan argo menjadi sistem perhitungan yang bisa diprediksi penumpang, dari bergonta-ganti kendaraan menjadi cukup satu kendaraan menuju suatu tempat.
  • Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee, Zalora, Hijup, dan sebagainya merupakan disruption bagi toko-toko konvensional dan pusat-pusat Akibatnya pembeli shifting, dari menghampiri toko menjadi barang diantarkan, dari tawar menawar menjadi harga pasti, dari bertanya pada pelayan menjadi membaca detail spesifikasi barang.
  • Detik, Okezone, Alodokter, Kapanlagi dan sebagainya merupakan disruption bagi media cetak. Akibatnya pembaca shiftingdari menunggu update berita harian, mingguan menjadi update setiap waktu, dari membolak-balik halaman kertas yang besar menjadi scroll layar ponsel.
  • Youtube merupakan disruption bagi stasiun televisi. Akibatnya penonton shifting, dari menonton sesuai jam tayang menjadi menonton sesuai waktu yang tersedia, dari menonton sepanjang acara menjadi menonton hanya bagian yang diinginkan.

Ada pertanyaan menggelitik, kenapa para incumbent yang menjadi market leader bisa tumbang oleh underdog? Bukankah incumbent telah punya segalanya untuk memenangkan pertarungan bisnis? Ada banyak sebab, tetapi kita akan membahas beberapa saja yang berkaitan dengan pembahasan bisnis online.

 

Buku Bisnis Online - Ecommerce | Era Bisnis Online - Anak Muda vs Raksasa Bisnis (penulis, Indra Wibawa)

Trendingbisnis.com - Informasi Bisnis Online

 


Temukan di Google Play Book Novel Romantis & Religius

Al Kahfi Land - Menyusuri Waktu 

Temukan di Google Play Book Buku Penting Untuk Semua Pebisnis

Era Bisnis Online - Anak Muda vs Raksasa Bisnis

Temukan di Google Play Book Novel Romantis & Religius

Al Kahfi Land - Dua Sisi 2040 

Media Islam Inspiratif

Sajadalife.com